Yus Rusyana
Agak jarang, pada diri seseorang, kepakaran dalam bidang bahasa-sastera bersatu dengan kecakapan menghasilkan karya sastera yang menonjol. Salah seorang yang mendapat karunia demikian adalah Yus Rusyana.
Di satu sisi, Yus adalah dosen (dan guru besar) serta peneliti bahasa dan sastera pada UPI Bandung. Di sisi lain, ia sasterawan yang banyak menghasilkan karya berupa sajak dan cerpen Sunda, bahkan esai.
Setamat SGB di Garut, pria kelahiran Pameungpeuk (Garut selatan) ini melanjutkan ke SGA di Bandung. Minat menulisnya tumbuh karena mengelola majalah dinding di sekolah bersama kawan-kawannya yang kemudian juga menjadi sasterawan Sunda terkemuka, seperti Iskandarwassid dan Mien Resmana. Lulus SGA, Yus masuk IKIP Bandung. Semasa mahasiswanyalah, ia mengembangkan kecakapan menulis, khususnya sajak Sunda. Sajaknya waktu itu banyak dimuat di Sipatahoenan. Semasa mahasiswa itu pula Yus aktif dalam kegiatan kesenian di kampus, antara lain membentuk Liga Drama, yang banyak mementaskan lakon-lakon karyanya.
Sebagai sasterawan, karyanya sudah melimpah. Kumpulan cerpen Sundanya yang sudah terbit dalam bentuk buku antara lain Di luhureun jukut remis (1965) dan Jajaten Ninggang Papasten (1988). Buku kedua inilah yang mendapat Hadiah Sastera “Rancage” 1989 yang pertama. Di dalam cerpen-cepern yang dikumpulkan dalam Jajaten, menurut Ajip Rosidi (Ketua Yayasan Kebudayaan Rancagé), Yus bukan hanya telah mengangkat kembali peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi dalam sejarah Sunda, tetapi juga berhasil melukiskan perkembangan kehidupan Sunda menggunakan kekayaan bahasa Sunda. Sajak Sundanya juga sudah dikumpulkan dan diterbitkan dalam dua buku: Nu Mahal ti Batan Inten (1980), dan Buana nu Pinuh ku Mega (1992).
Sebagai pakar, Yus pada 1971 pernah mengikuti training post graduate studi bahasa Indonesia dan filologi di Leiden, Belanda. Ia meraih gelar doktor dalam bidang morfologi bahasa di UI pada 1975. Di samping mengajar di UPI (pernah menjadi Dekan FKSS), Yus juga banyak melakukan penelitian sastera dan bahasa, khususnya Sunda.
Komentar
1 Komentar kana seratan “Yus Rusyana”
Ngintunkeun Komentar
maap ni tmn yang tulis