Acép Zamzam Noor

pang-acep-zamzam-noor.jpgLahir di Tasikmalaya, 28 Februari 1960. Penyair dalam bahasa Indonesia dan Sunda, pelukis. Anak tokoh Nahdhatul Ulama Moh. Ilyas Ruhiat ini, lahir dan besar di Pesantren Cipasung Tasikmalaya. Tapi setelah menamatkan SMA, ia melanjutkan pelajaran ke Fakultas Senirupa dan Desain ITB (1980-1987), dan kemudian mendapat beasiswa dari pemerintah Italia untuk memperdalam senirupa pada Universita Italiana Per Stranieri (1992-1993).

Sejak 1982, ia sering ikut serta dalam berbagai pameran di berbagai kota di Indonesia dan juga di Ma­nila (Philipina). Tahun 1986 mengikuti ASEAN Youth Painting Workshop and Exhibition di Manila. Di samping itu sering membacakan sajak-sajaknya di berbagai kota di Indonesia. Aktif dalam Kerabat Pengarang Bandung dan Kelompok Sepuluh (Bandung, 1980-1987). Karya-karyanya bertebaran di berbagai majalah seperti Mangle, Horison, Panji Masyarakat, dll. Sajak-sajaknya dalam bahasa Indonesia di antaranya sudah dibukukan dalam Tamparlah Mukaku (1982), Ate Kini Do’a (1984), dan Kasidah Sunyi (1989).

Tahun 1991 ia menjadi Juara I Hadiah Puisi dari Less dan tahun 1993 menjadi Juara II LESS. Sajak-sajak­nya dalam bahasa Sunda terbit dalam Dayeuh Natapoé (1993), yang dinomi-nasikan untuk mendapat Hadiah Sas-tera rancags tahun 1994.

Komentar

Ngintunkeun Komentar