Abdullah Mustappa

pang-abdullah-mustappa.jpgLahir di Garut, 18 Nov 1945. Pengarang, wartawan, baik dalam bahasa Sunda maupun Indonesia. Setelah menamatkan SD di tempat kelahirannya, ia pindah ke Bandung. Tamat SMA ia bekerja, mula-mula di lingkungan Departemen P & K, kemudian di perusahaan swasta; tapi karena hasratnya mengarang lebih menggebu-gebu, akhirnya ia keluar untuk mengkhususkan diri mengarang. Mula-mula mengasuh majalah Fiksi (1971), kemudian menjadi koresponden majalah Mimbar (1972) dan Tempo (1972-1978), akhirnya menjadi redaktur ma­jalah Manglé, hingga menjadi wakil pemimpin redaksi.

Tapi tahun 1986 ia keluar untuk memimpin Penerbit Pustaka Karsa Sunda (1987-1988), dan akhirnya bekerja sebagai redaktur Mingguan Galura yang berbahasa Sun­da. Selama memimpin Pustaka Karsa Sunda, ia memimpin Katumbiri yang terbit setiap bulan, tapi karena tidak mempunyai SIT dihentikan penerbitannya oleh Departemen Penerangan.

Dalam bahasa Sunda Abdullah menulis cerita pendek, sajak, artikel dan menerjemahkan. Bukunya yang sudah terbit antaranya Lembur Singkur (Kampung Tersembunyi, 1979), Nu Teu Kungsi Kalisankeun (Yang tak Pernah Terucapkan, kumpulan cerita pendek, 1985), Si Mata Heulang (salinan bebas dari Last of the Mohican karya F. Fenimore Cooper) dan Mikung (Serba tanggung, 1985), Wirahma Sajak (Irama Sajak, pengantar apresiasi puisi untuk pelajar Sekolah Lanjutan, 1985), Sawidak Carita Pondok (60 Cerita Pendek, antologi cerita pen­dek Sunda disusun bersama dengan Karno Kartadibrata dan Duduh Durahman, 1982), Saratus Sajak Sunda: Pangbagéa Mie1ing 46 Taun Sajak Sunda (100 Sajak Sunda, Menyambut Peringatan 46 Tahun Usia Sajak Sunda, 1992), memilih dan menjadi editor kumpulan cerita pendek Aam Amilia berjudul Panggung Wayang (1992).

Ketika berlangsung Kongres Bahasa Sunda di Bogor tahun 1988, mengkoordinasikan Pameran Buku Sunda yang mendapat perhatian besar dan kemudian atas permintaan dari beberapa daerah mengadakan pameran buku Sunda berkeliling ke Bandung, Sumedang, Cianjur, Ciamis, dan Pandeglang. Abdullah pernah duduk sebagai sekertaris Paguyuban Pangarang Sastra Sunda (1976-1986), dan juga dalam kepengurusan LBSS, dll. Menjadi Ketua Dewan Pengurus Yayasan PP-SS (1996-1999). Menerima Hadiah Bacaan Barudak Samsudi dari Yayasan Rancage (1994). Esainya “Kita Butuh Dialog Budaya” memenangkan Hadiah Zulharmans dari PWI Pusat sebagai esai budaya terbaik tahun 1997.

Komentar

Ngintunkeun Komentar